EUR/USD dan Pound Forecast: Trader Fokus Data Ekonomi

Pasar forex global memasuki minggu penuh perhatian di bulan Februari 2026 dengan fokus tajam pada dua pasangan mata uang utama: EUR/USD dan GBP/USD. Tidak hanya sekadar angka kurs harian, pergerakan harga pada pasangan ini mencerminkan harapan trader terhadap data ­data ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan — termasuk laporan inflasi, produk domestik bruto (PDB), dan laporan pasar tenaga kerja yang bisa mengubah arah kebijakan suku bunga di Eropa, Inggris, maupun Amerika Serikat.

Dalam konteks volatilitas global dan ekspektasi kebijakan moneter yang terus bergeser, artikel ini memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana trader menilai arah EUR/USD dan GBP/USD, faktor fundamental yang menjadi sorotan minggu ini, serta apa artinya bagi strategi trading di tengah dinamika pasar yang sedang menunggu data makro berdampak tinggi.


1. Gambaran Pasar EUR/USD Saat Ini

Pasangan EUR/USD telah memperlihatkan kisaran pergerakan relatif terbatas dalam beberapa sesi terakhir, tetapi dengan catatan bahwa pasangan ini masih mempertahankan momentum bearish yang dominan. Menurut analisis pasar terkini, EUR/USD bergerak di sekitar level 1,1850 setelah mundur dari level tertinggi tahunan di 1,1900, menandakan hambatan technical resistance yang belum berhasil ditembus.

1.1 Tren Teknikal EUR/USD

Secara teknikal, indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) menunjukkan posisi di bawah 50, memperkuat momentum bearish jangka pendek. Selain itu, pergerakan di bawah Simple Moving Average (SMA) periode pendek menunjukkan bahwa sentimen jangka pendek lebih mengarah ke downside, meskipun support di sekitar 1,1800 masih menjadi titik penting yang diawasi trader.

Dalam konteks support dan resistance, level kunci berikut ini menjadi pedoman trader minggu ini:

Level­level ini mencerminkan area di mana aksi jual dan beli seringkali bertemu, dan break di salah satu sisi dapat menjadi pemicu pergerakan tren lebih lanjut.


2. Fundamental yang Menekan EUR/USD: Data Ekonomi Zona Euro dan AS

EUR/USD sangat dipengaruhi oleh data ekonomi dari kedua sisi Atlantik. Minggu ini, ada beberapa rilis data yang sangat ditunggu trader.

2.1 Output Produksi Industri Eurozone

Data Produksi Industri Zona Euro dijadwalkan dirilis pada awal pekan ini. Output produksi industri seringkali menjadi indikator awal kesehatan sektor manufaktur dan kapasitas ekonomi Zona Euro secara keseluruhan. Angka yang lebih lemah dari ekspektasi bisa memperkuat tekanan pada euro, memperlemah EUR/USD lebih lanjut.

2.2 GDP Zona Euro

Selain itu, data Gross Domestic Product (GDP) zona euro untuk kuartal terakhir di tahun sebelumnya akan menjadi sorotan. Pertumbuhan GDP yang stabil atau lebih tinggi dari estimasi dapat memberikan dukungan untuk euro, terutama jika pasar mulai memperhitungkan potensi normalisasi moneter oleh European Central Bank (ECB) ke depan.

2.3 Data Inflasi AS dan Implikasinya

Sementara itu, rilis data inflasi konsumen AS (CPI) juga dijadwalkan akhir minggu ini. CPI adalah salah satu indikator yang dipantau ketat karena sangat berpengaruh pada arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Data inflasi AS yang lebih tinggi dari ekspektasi biasanya mendorong USD karena pasar memperkirakan The Fed akan menjaga suku bunga tinggi. Sebaliknya, angka inflasi yang mengecewakan bisa menekan Dolar AS dan mendukung euro.


3. Faktor Sentimen Dolar yang Mempengaruhi EUR/USD

Pergerakan EUR/USD tak terlepas dari dinamika terhadap Dolar AS (USD) itu sendiri. Indeks Dolar (DXY) menunjukkan tanda-tanda tekanan jual baru-baru ini, turun di bawah level 97 sebagai respons terhadap ekspektasi bahwa The Fed mungkin menunda rencana kenaikan suku bunga berikutnya atau bahkan mempertimbangkan pelonggaran jika data inflasi terus menunjukkan pelemahan.

Ketika indeks Dolar melemah, permintaan terhadap mata uang lawan dolar seperti EUR dan GBP biasanya meningkat — meskipun dalam kasus Euro, momentum kenaikan sering tertahan oleh data fundamental Eropa yang belum cukup kuat.


4. GBP/USD: Pound Sterling di Tengah Tekanan Domestik dan Eksternal

Pasangan GBP/USD masih menjadi pusat perhatian pasar karena dinamika fundamental yang sangat kompleks. Minggu ini, fokus utama trader tertuju pada beberapa rilis data penting serta dinamika politik yang terus mempengaruhi Pound Sterling (GBP).

4.1 Tekanan Politik di Inggris

Permasalahan politik domestik di Inggris terus membayangi Sterling. Ketidakpastian yang muncul terkait arah kebijakan pemerintah dan dinamika kepemimpinan memberi sentimen negatif terhadap GBP. Bahkan saat GBP/USD mencoba bertahan di kisaran psikologis di atas 1,3600, tekanan ini membatasi upside pasangan tersebut.

4.2 Ekspektasi Kebijakan BoE

Bank of England (BoE) dipandang memiliki kemungkinan untuk mulai menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang jika data inflasi domestik terus menunjukkan pelemahan. Ekspektasi penurunan suku bunga memberi tekanan bearish pada GBP dibandingkan USD, terutama mengingat The Fed masih berada dalam posisi yang lebih hawkish atau netral atas suku bunga.


5. Risiko Data Ekonomi Inggris dan Dampaknya pada GBP/USD

Awal pekan ini juga akan menampilkan rilis data pasar tenaga kerja Inggris, salah satu indikator yang sangat diperhatikan trader karena dapat memberi sinyal lebih jelas pergerakan BoE dalam waktu dekat. Angka yang lebih kuat dari perkiraan biasanya memberi dukungan bagi Sterling, sementara angka yang lebih lemah dapat menekan GBP lebih dalam lagi terhadap USD.


6. Kalender Ekonomi Minggu Ini: Event yang Tidak Boleh Dilewatkan Trader

Untuk trader yang serius memetakan risiko pasar, kalender ekonomi minggu ini mencakup sejumlah rilis yang bisa mengubah arah pasar secara cepat. Rincian pentingnya antara lain:

Event-event ini memiliki potensi dampak besar pada volatilitas pasangan EUR/USD dan GBP/USD.


7. Strategi Trading Menjelang Rilis Data Penting

Trader yang ingin memanfaatkan pergerakan besar minggu ini perlu memperhatikan beberapa strategi umum:

7.1 Manajemen Risiko Lebih Ketat

Menjelang rilis data besar seperti CPI atau GDP, pasar sering menunjukkan lonjakan volatilitas. Trader disarankan menggunakan stop loss yang realistis dan memastikan ukuran posisi sesuai dengan toleransi risiko pribadi.

7.2 Menunggu Konfirmasi Baru Masuk

Sering kali, reaksi awal pasar terhadap data bisa bersifat whipsaw atau berlawanan arah. Strategi menunggu konfirmasi arah baru setelah rilis data dapat membantu menghindari posisi “buntung”.

7.3 Menggabungkan Fundamental dan Teknikal

Menggabungkan analisis fundamental (seperti melihat data ekonomi yang dirilis) dengan level teknikal kunci (support & resistance) dapat meningkatkan akurasi prediksi pergerakan harga.


8. Outlook EUR/USD dan GBP/USD Minggu Ini

Menurut prakiraan analis pasar, outlook pasangan utama ini masih cenderung penuh ketidakpastian:


9. Kesimpulan

Minggu ini adalah minggu krusial untuk pasar forex global, khususnya bagi trader EUR/USD dan GBP/USD. Dengan sejumlah rilis data ekonomi penting di horison — mulai dari produk domestik bruto Eropa, data inflasi AS, hingga laporan pasar tenaga kerja Inggris — pasar sedang bersiap menghadapi potensi perubahan arah tren yang signifikan.

Sentimen terhadap Dolar AS juga memainkan peran besar: pelemahan Dolar diikuti oleh prospek kebijakan moneter The Fed yang berubah dapat berdampak langsung pada pasangan mayor ini. Sebaliknya, fundamental Eropa dan Inggris yang bervariasi memberi dinamika tersendiri, menuntut trader untuk memahami konteks data dan reaksi pasar secara real-time.

Secara garis besar, minggu ini bukanlah waktu untuk trading spekulatif tanpa strategi — melainkan momen di mana analisis fundamental dan teknik harus digabungkan dengan disiplin manajemen risiko, demi mengambil keputusan trading yang lebih matang dan terukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *